Meskipun open house adalah cara yang bagus untuk benar-benar bertemu pembeli yang tepat untuk properti Anda, ini juga merupakan peluang besar bagi orang-orang yang memiliki motif buruk untuk melakukan tindakan kasar mereka. Lebih dari sekadar membiarkan rumah Anda mengakomodasi pembeli yang baik, Anda mungkin juga mengakomodasi orang jahat. Jadi bagaimana sebenarnya Anda akan melakukan open house sambil mengamankan rumah Anda? Berikut beberapa tipnya.
Jauhkan dokumen penting yang berisi informasi terkait seperti nomor Jaminan Sosial dan rekening bank. Digit-digit angka tersebut sebenarnya bisa menjadi kunci untuk melakukan kejahatan dengan menggunakan identitas Anda.
Singkirkan perhiasan, barang antik, dan barang bernilai tinggi lainnya. Ini adalah permen mata dan dapat dengan mudah menarik perhatian perampok dan pencuri. Gadget elektronik seperti tablet, laptop, dan ponsel pintar juga harus diamankan. Informasi pribadi dan beberapa informasi rahasia Anda dapat bocor setelah gadget ini diambil dari kepemilikan Anda.
Foto anggota keluarga disarankan untuk disembunyikan. Anda tidak tahu bagaimana pikiran kriminal berpikir. Anggota keluarga Anda, meski hanya berfoto saja bisa menjadi sasaran empuk kejahatan, terutama anak-anak.
Jangan pernah meninggalkan kunci rumah, mobil, atau kamar Anda – meskipun hanya kunci duplikat. Benda-benda ini kecil dan mudah diambil. Ketika dimiliki oleh orang jahat, kunci ini dapat digunakan untuk memasuki properti Anda.
Jangan pernah menyembunyikan sesuatu yang berharga di kamar Anda atau tempat lain yang memungkinkan. Ruangan di dalam rumah, terutama yang dikunci saat open house, bisa menyiratkan bahwa ada barang berharga di dalamnya. Meskipun terkunci, tetap disarankan untuk tidak meninggalkan barang bernilai tinggi di kamar tersebut. Beberapa orang yang penasaran dan nakal mungkin tanpa disadari menyelinap ke dalam ruangan tersebut untuk mengintip hal-hal tersebut dan merencanakan sesuatu yang buruk setelahnya.
Miliki buku catatan tamu yang mengikuti open house. Ini adalah catatan yang berguna untuk melihat siapa yang datang mengunjungi rumah tersebut. Pastikan waktu kedatangan dan keberangkatan juga dicatat.
Ambil foto atau video ruangan dan bagian lain rumah sebelum open house dalam keadaan dipentaskan. Setelah open house, tinjau foto atau video untuk melihat apakah ada perubahan dalam penempatan dan pemesanan barang.
Ingatlah bahwa open house harus menjadi kesempatan untuk bertemu pembeli, atau bahkan bertemu koneksi dan teman baru. Ini tidak boleh menjadi kesempatan atau ajakan bagi orang-orang yang mempunyai niat buruk. Namun, kita tidak akan mengenal orang jahat sebelum mereka berbuat salah. Jadi lebih baik tetap aman dan terjamin daripada menyesal di kemudian hari!