Rumah Dijual – 7 Tips Jualan di Pasar Lambat

Dalam dekade terakhir, penjualan rumah secara bertahap menjadi pasar pembeli. Meskipun ini merupakan kabar baik bagi pembeli, hal ini menjadi semacam mimpi buruk bagi mereka yang mencoba menjual rumah mereka. Oleh karena itu, penjual seringkali harus menurunkan harga rumahnya secara drastis agar dapat menjual, sehingga mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Namun, ada cara untuk meningkatkan peluang melakukan penjualan tanpa penjual harus mengalami kerugian besar. Berikut ini akan menjadi daftar tujuh tips sukses menjual rumah di pasar yang lesu.

1) Penampilan adalah kuncinya- Saat ingin membeli rumah, pembeli secara alami akan tertarik pada rumah yang memiliki tampilan bagus. Fixer-upper tidak sepopuler dulu. Hal pertama yang harus dilakukan penjual adalah membenahi apa pun yang mungkin menarik perhatian calon pembeli. Misalnya, halaman harus terlihat rapi setiap saat. Jika talang di rumah melorot, itu adalah hal pertama yang akan diperhatikan orang. Jika ada cat yang terkelupas di rumah, catlah. Ini sepadan dengan uang yang dikeluarkan untuk menampilkan properti Anda agar tidak menarik.

2) Bersikaplah fleksibel- Bersiaplah untuk membuat diri Anda langka di akhir pekan jika diperlukan agar agen real estat menunjukkan rumahnya. Jaga semuanya tetap rapi setiap saat untuk janji temu di menit-menit terakhir yang dibuat oleh pembeli perspektif. Cobalah untuk tidak membatasi waktu Anda bersedia memberikan akses ke rumah.

3) Pertahankan rumah dengan harga pasar – Jika Anda terjebak dalam kerangka berpikir untuk menghasilkan banyak uang dari penjualan rumah Anda, kemungkinan besar rumah Anda akan berada di pasar selama bertahun-tahun. Cara terbaik untuk mengusir calon pembeli adalah dengan menjual rumah di atas nilai pasar. Menjaga rumah untuk dijual dengan harga pasar yang wajar berarti akan ada lebih banyak minat untuk datang ke open house, sehingga meningkatkan peluang Anda untuk melakukan penjualan. Realtors sudah mengetahui fakta bahwa jika harganya tepat, pasti ada pembeli di luar sana untuk setiap rumah.

4) Temukan agen dengan rekam jejak penjualan yang luas di kota Anda- Agen properti yang baik akan tahu persis bagaimana menentukan harga pasar yang wajar untuk rumah Anda. Ia juga harus memiliki catatan mampu menjual rumah dalam waktu tiga atau empat bulan. Seorang makelar barang tak bergerak yang berpengalaman dalam menjual properti di lingkungan khusus Anda akan dapat memandu Anda melalui proses tersebut secara efisien dan tepat waktu. Jika Anda memiliki makelar properti yang tidak memiliki pengalaman bertahun-tahun, hal ini akan membuang-buang waktu dan uang yang berharga saat dia masih menyempurnakan keahliannya.

5) Berikan rumah nuansa hangat dan ramah- Jika dinding di rumah Anda dicat dengan warna-warna cerah, padukan dengan nuansa netral tan dan krem. Hal ini akan memungkinkan pembeli perspektif untuk membayangkan furnitur mereka sendiri di rumah tanpa gangguan. Atur suasana hati dengan lilin beraroma ringan di kamar tidur dan kamar mandi. Musik lembut yang menenangkan sebagai latar belakang akan memberikan perasaan santai dan nyaman kepada pembeli. Belilah seprai baru untuk tempat tidur dan bantal untuk sofa. Berikan rumah Anda perasaan “nyaman” yang dicari semua orang.

6) Lakukan riset Anda- Kunjungi open house dan periksa rumah lain yang ada di pasar di daerah Anda. Lihat apa yang mereka tawarkan kepada calon pembeli. Jika mereka memiliki area tempat duduk yang nyaman di kamar tidur utama, buatlah area tempat duduk Anda sendiri yang nyaman untuk menarik calon pembeli tersebut. Anda akan terkejut dengan hal-hal yang dapat Anda lakukan hanya dengan beberapa bantal berukuran besar dan jendela dengan pemandangan. Kumpulkan ide dari rumah lain dan gunakan imajinasi Anda untuk sisanya.

7) Tawarkan insentif kepada calon pembeli- Ketika pembeli tertarik membeli rumah Anda tetapi ingin Anda menurunkan harganya, coba gunakan insentif lain. Misalnya, Anda mungkin ingin menawarkan untuk membayar biaya penutupan pembeli. Hal ini selalu menggoda pembeli karena akan menghemat uang mereka, sehingga mereka memiliki lebih banyak uang untuk uang muka. Beberapa penjual memilih untuk membuang peralatan seperti lemari es, mesin pencuci piring, atau mesin cuci/pengering.

Dalam pasar pembeli, penjual mempunyai tugas untuk kreatif dalam mencari cara untuk memindahkan propertinya. Melakukan penjualan tidak selalu mudah, namun dengan sedikit usaha, hal itu masih bisa dilakukan dengan cukup sukses.